Skip to main content

Hadits Tentang Perintah Menjauhi Kemungkaran


www.hadits21.info - Sebagai umat Islam kita harus menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangannya. Hal tersebut dinamakan sebagai taqwa. Orang yang bertaqwa kepada Allah dan senantiasa meningkatkan ketaqwaannya maka ia akan masuk surga, namun apabila orang yang selalu menjalankan larangan Allah SWT maka Allah akan membalasnya di hari akhir kelak. Untuk itu kita sebagai umat Islam harus menjauhi kemungkaran sebagai wujud larangan Allah kepada kita dan memberantas kemungkaran tersebut. Perintah menjauhi larangan atau kemungkaran ini sebagaimana dalam riwayat Imam Ahmad.

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ قَالَ أَخْبَرَنَا إِسْمَاعِيلُ يَعْنِي ابْنَ أَبِي خَالِدٍ عَنْ قَيْسٍ قَالَ قَامَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ قَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّكُمْ تَقْرَءُونَ هَذِهِ الْآيَةَ)يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ لَا يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ (وَإِنَّا سَمِعْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوْا الْمُنْكَرَ فَلَمْ يُنْكِرُوهُ أَوْشَكَ أَنْ يَعُمَّهُمْ اللَّهُ بِعِقَابِهِ

(AHMAD - 1) : Telah menceritakan kepada kami Abdullah Bin Numair dia berkata; telah mengabarkan kepada kami Isma'il dari Qais dia berkata; Abu Bakar berdiri lalu memuji Allah dan mensucikan-Nya kemudian berkata; wahai manusia sesungguhnya kalian membaca ayat ini: "Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk." (QS Al Maidah ayat 105). Dan sesungguhnya kami mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "sesungguhnya jika manusia melihat kemungkaran kemudian mereka tidak mengingkarinya, maka hampir saja Allah akan menimpakan siksa kepada mereka semua." Hadits tentan perintah menjahui kemungkaran ini diambil dari kitab Musnad Imam Ahamd hadits no.1 dalam software lidwa pusaka.

Dalam kitab Sunan Abu Daud terdapat penguat hadits tentang perintah menjauhi kemungkaran. Hadits tersebut terdapat pada hadits no.3775. Untuk bunyi hadits tentang perintah menjauhi kemungkaran dari Kitab Sunan Abu Daud adalah sebagai berikut:

حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ بَقِيَّةَ عَنْ خَالِدٍ ح و حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ أَخْبَرَنَا هُشَيْمٌ الْمَعْنَى عَنْ إِسْمَعِيلَ عَنْ قَيْسٍ قَالَ قَالَ أَبُو بَكْرٍ بَعْدَ أَنْ حَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّكُمْ تَقْرَءُونَ هَذِهِ الْآيَةَ وَتَضَعُونَهَا عَلَى غَيْرِ مَوَاضِعِهَا) عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ لَا يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ(قَالَ عَنْ خَالِدٍ وَإِنَّا سَمِعْنَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوْا الظَّالِمَ فَلَمْ يَأْخُذُوا عَلَى يَدَيْهِ أَوْشَكَ أَنْ يَعُمَّهُمْ اللَّهُ بِعِقَابٍ و قَالَ عَمْرٌو عَنْ هُشَيْمٍ وَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ قَوْمٍ يُعْمَلُ فِيهِمْ بِالْمَعَاصِي ثُمَّ يَقْدِرُونَ عَلَى أَنْ يُغَيِّرُوا ثُمَّ لَا يُغَيِّرُوا إِلَّا يُوشِكُ أَنْ يَعُمَّهُمْ اللَّهُ مِنْهُ بِعِقَابٍ قَالَ أَبُو دَاوُد وَرَوَاهُ كَمَا قَالَ خَالِدٌ أَبُو أُسَامَةَ وَجَمَاعَةٌ وَقَالَ شُعْبَةُ فِيهِ مَا مِنْ قَوْمٍ يُعْمَلُ فِيهِمْ بِالْمَعَاصِي هُمْ أَكْثَرُ مِمَّنْ يَعْمَلُهُ

(ABUDAUD - 3775) : Telah menceritakan kepada kami Wahb bin Baqiyyah dari Khalid. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Amru bin Aun berkata, telah mengabarkan kepada kami Husyaim secara makna, dari Isma'il dari Qais ia berkata, "Setelah mengucapkan pujian dan mengagungkan-Nya, Abu Bakar berkata, "Wahai manusia sekalian, kalian telah membaca ayat ini, namun kalian tidak meletakkannya sebagaimana mestinya: '(.. jagalah dirimu; tidaklah orang yang sesat itu akan memberi madharat kepadamu apabila kamu telah mendapatkan petunjuk..) ' -Al Maidah: 105-. Wahb menyebutkan dari Khalid, (Abu Bakar berkata;) "Kami mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya orang yang melihat kezhaliman kemudian tidak mencegah dengan tangannya, maka sangat dikawatirkan Allah akan menimpakan siksa kepada mereka secara merata." Amru menyebutkan dari Husyaim, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah kemaksiatan yang dilakukan pada suatu kaum, kemudian mereka mampu mencegahnya tetapi tidak mau mencegah, melainkan Allah akan meratakan siksa kepada mereka." Abu Dawud berkata; " Abu Usamah dan sekelompok orang juga meriwayatkannya sebagaimana yang dikatakan oleh Khalid". sedangkan Syu'bah meriwayatkan dengan lafadz di dalamnya, "Tidaklah suatu kemaksiatan dilakukan pada suatu kaum, sementara jumlah mereka lebih banyak dari orang-orang yang melakukannya (kemaksiatan), ….)."

Keterangan hadits:

Sanad hadits tentang perintah menjauhi kemungkaran tersebut memiliki satu jalur sanad yaitu:Abdullah bin ‘Utsman bin ‘Amir bin ‘Amru bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taymi bin Murrah – Qais bin Abi Hazim Hushain – Isma’il bin Abi Khalid – Abdullah bin Numair

Untuk melihat lebih jauh dari setiap perawi, pembaca bisa melihat tabel biografi setiap perawi dalam hadits tentang perintah menjauhi kemungkaran dibawah ini:
  • Nama Lengkap : Abdullah bin 'Utsman bin 'Amir bin 'Amru bin Ka'ab bin Sa'ad binTaymi bin Murrah
  • Kalangan : Shahabat
  • Kuniyah : Abu Bakar
  • Negeri semasa hidup : Madinah
  • Wafat : 13 H
ULAMA
KOMENTAR
Ibnu Hajar Al Atsqalani
Shahabat

  • Nama Lengkap : Qais bin Abi Hazim Hushain
  • Kalangan : Tabi'in kalangan tua
  • Kuniyah : Abu 'Abdullah
  • Negeri semasa hidup : Kufah
  • Wafat : 97 H
ULAMA
KOMENTAR
Yahya bin Ma'in
Tsiqah
Ibnu Hibban
disebutkan dalam 'ats tsiqaat
Adz Dzahabi
Mereka Mentsiqahkan

  • Nama Lengkap : Isma'il bin Abi Khalid
  • Kalangan : Tabi'in kalangan biasa
  • Kuniyah : Abu 'Abdullah
  • Negeri semasa hidup : Kufah
  • Wafat : 146 H
ULAMA
KOMENTAR
Yahya bin Ma'in
Tsiqah
Ibnu Hibban
disebutkan dalam 'ats tsiqaat
Ibnu Hajar al 'Asqalani
Tsiqah Tsabat
Adz Dzahabi
Alhafidz

  • Nama Lengkap : Abdullah bin Numair
  • Kalangan : Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa
  • Kuniyah : Abu Hisyam
  • Negeri semasa hidup : Kufah
  • Wafat : 199 H
ULAMA
KOMENTAR
Yahya bin Ma'in
tsiqah
Abu Hatim
Mustaqimul hadits
Ibnu Hibban
disebutkan dalam 'ats tsiqaat
Ibnu Hajar
tsiqah
Adz Dzahabi
Hujjah

Dari keterangan hadits tentang perintah menjauhi kemungkaran tersebut, penulis menyimpulkan bahwa hadits tersebut adalah shahih. Penulis beranggapan tesebut, kita dapat melihatnya dari tabel setiap perawi. Dalam tabel tersebut perawi hadits tentang perintah menjauhi kemungkaran adalah orang yang tsiqah kemudian dari segi periwayatan utama, hadits ini bermusnad dari Abu Bakar As-Sidiq yang merupakan sahabat Rasulullah yang dijamin masuk surga.

Untuk itu penulis menyimpulkan, bahwa kita sebagai umat Islam harus menjauhkan diri kita dari segala kemungkaran dan selalu melaksanakan perintah Allah SWT.

Untuk mendownload artikel hadits tentang perintah menjauhi kemungkaran, bisa mendownloadnya pada laman "Download Artikel" atau bisa langsung klik disini.

Menuju Link Click here

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar