Hadits Tentang Q.S al-‘Alaq Ayat 1-5 Permulaan Wahyu Turun Kepada Nabi Muhammad SAW


www.hadits21.info – Sebagai umat Islam kita harus percaya bahwa Allah adalah tuhan kita dan al-Qur’an adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Lantas ayat pertama kali turun sebagai permulaan wahyu apa? Seringkali kita sudah mengetahui bahwa ayat yang pertama kali adalah Q.S al-‘Alaq ayat 1-5, namun kita sebagai umat Islam tidak sedikit untuk menyakan lantas bukti dalil akan hal tersebut apa?. Hal ini merupakan hal wajar sebagai umat Islam, untuk itu kali ini hadits.info akan memberikan jawaban atas semua itu yakni hadits tentang Q.S al-‘Alaq ayat 1-5 permulaan wahyu turun kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam hadits bukhari menceritakan sebagai berikut:

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ أَنَّهَا قَالَتْ أَوَّلُ مَا بُدِئَ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الْوَحْيِ الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ فِي النَّوْمِ فَكَانَ لَا يَرَى رُؤْيَا إِلَّا جَاءَتْ مِثْلَ فَلَقِ الصُّبْحِ ثُمَّ حُبِّبَ إِلَيْهِ الْخَلَاءُ وَكَانَ يَخْلُو بِغَارِ حِرَاءٍ فَيَتَحَنَّثُ فِيهِ وَهُوَ التَّعَبُّدُ اللَّيَالِيَ ذَوَاتِ الْعَدَدِ قَبْلَ أَنْ يَنْزِعَ إِلَى أَهْلِهِ وَيَتَزَوَّدُ لِذَلِكَ ثُمَّ يَرْجِعُ إِلَى خَدِيجَةَ فَيَتَزَوَّدُ لِمِثْلِهَا حَتَّى جَاءَهُ الْحَقُّ وَهُوَ فِي غَارِ حِرَاءٍ فَجَاءَهُ الْمَلَكُ فَقَالَ اقْرَأْ قَالَ مَا أَنَا بِقَارِئٍ قَالَ فَأَخَذَنِي فَغَطَّنِي حَتَّى بَلَغَ مِنِّي الْجَهْدَ ثُمَّ أَرْسَلَنِي فَقَالَ اقْرَأْ قُلْتُ مَا أَنَا بِقَارِئٍ فَأَخَذَنِي فَغَطَّنِي الثَّانِيَةَ حَتَّى بَلَغَ مِنِّي الْجَهْدَ ثُمَّ أَرْسَلَنِي فَقَالَ اقْرَأْ فَقُلْتُ مَا أَنَا بِقَارِئٍ فَأَخَذَنِي فَغَطَّنِي الثَّالِثَةَ ثُمَّ أَرْسَلَنِي فَقَالَ ( اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ) فَرَجَعَ بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْجُفُ فُؤَادُهُ فَدَخَلَ عَلَى خَدِيجَةَ بِنْتِ خُوَيْلِدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا فَقَالَ زَمِّلُونِي زَمِّلُونِي فَزَمَّلُوهُ حَتَّى ذَهَبَ عَنْهُ الرَّوْعُ فَقَالَ لِخَدِيجَةَ وَأَخْبَرَهَا الْخَبَرَ لَقَدْ خَشِيتُ عَلَى نَفْسِي فَقَالَتْ خَدِيجَةُ كَلَّا وَاللَّهِ مَا يُخْزِيكَ اللَّهُ أَبَدًا إِنَّكَ لَتَصِلُ الرَّحِمَ وَتَحْمِلُ الْكَلَّ وَتَكْسِبُ الْمَعْدُومَ وَتَقْرِي الضَّيْفَ وَتُعِينُ عَلَى نَوَائِبِ الْحَقِّ فَانْطَلَقَتْ بِهِ خَدِيجَةُ حَتَّى أَتَتْ بِهِ وَرَقَةَ بْنَ نَوْفَلِ بْنِ أَسَدِ بْنِ عَبْدِ الْعُزَّى ابْنَ عَمِّ خَدِيجَةَ وَكَانَ امْرَأً قَدْ تَنَصَّرَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ وَكَانَ يَكْتُبُ الْكِتَابَ الْعِبْرَانِيَّ فَيَكْتُبُ مِنْ الْإِنْجِيلِ بِالْعِبْرَانِيَّةِ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكْتُبَ وَكَانَ شَيْخًا كَبِيرًا قَدْ عَمِيَ فَقَالَتْ لَهُ خَدِيجَةُ يَا ابْنَ عَمِّ اسْمَعْ مِنْ ابْنِ أَخِيكَ فَقَالَ لَهُ وَرَقَةُ يَا ابْنَ أَخِي مَاذَا تَرَى فَأَخْبَرَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَبَرَ مَا رَأَى فَقَالَ لَهُ وَرَقَةُ هَذَا النَّامُوسُ الَّذِي نَزَّلَ اللَّهُ عَلَى مُوسَى يَا لَيْتَنِي فِيهَا جَذَعًا لَيْتَنِي أَكُونُ حَيًّا إِذْ يُخْرِجُكَ قَوْمُكَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوَمُخْرِجِيَّ هُمْ قَالَ نَعَمْ لَمْ يَأْتِ رَجُلٌ قَطُّ بِمِثْلِ مَا جِئْتَ بِهِ إِلَّا عُودِيَ وَإِنْ يُدْرِكْنِي يَوْمُكَ أَنْصُرْكَ نَصْرًا مُؤَزَّرًا ثُمَّ لَمْ يَنْشَبْ وَرَقَةُ أَنْ تُوُفِّيَ وَفَتَرَ الْوَحْيُ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ وَأَخْبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيَّ قَالَ وَهُوَ يُحَدِّثُ عَنْ فَتْرَةِ الْوَحْيِ فَقَالَ فِي حَدِيثِهِ بَيْنَا أَنَا أَمْشِي إِذْ سَمِعْتُ صَوْتًا مِنْ السَّمَاءِ فَرَفَعْتُ بَصَرِي فَإِذَا الْمَلَكُ الَّذِي جَاءَنِي بِحِرَاءٍ جَالِسٌ عَلَى كُرْسِيٍّ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ فَرُعِبْتُ مِنْهُ فَرَجَعْتُ فَقُلْتُ زَمِّلُونِي زَمِّلُونِي فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى ( يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ قُمْ فَأَنْذِرْ إِلَى قَوْلِهِ وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ ) فَحَمِيَ الْوَحْيُ وَتَتَابَعَ تَابَعَهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ وَأَبُو صَالِحٍ وَتَابَعَهُ هِلَالُ بْنُ رَدَّادٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ وَقَالَ يُونُسُ وَمَعْمَرٌ بَوَادِرُهُ

(BUKHARI - 3) : Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair berkata, Telah menceritakan kepada kami dari Al Laits dari 'Uqail dari Ibnu Syihab dari 'Urwah bin Az Zubair dari Aisyah -Ibu Kaum Mu'minin-, bahwasanya dia berkata: "Permulaaan wahyu yang datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah dengan mimpi yang benar dalam tidur. Dan tidaklah Beliau bermimpi kecuali datang seperti cahaya subuh. Kemudian Beliau dianugerahi kecintaan untuk menyendiri, lalu Beliau memilih gua Hiro dan bertahannuts yaitu 'ibadah di malam hari dalam beberapa waktu lamanya sebelum kemudian kembali kepada keluarganya guna mempersiapkan bekal untuk bertahannuts kembali. Kemudian Beliau menemui Khadijah mempersiapkan bekal. Sampai akhirnya datang Al Haq saat Beliau di gua Hiro, Malaikat datang seraya berkata: "Bacalah?" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan: Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!". Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Malaikat itu memegangku kembali dan memelukku untuk ketiga kalinya dengan sangat kuat lalu melepaskanku, dan berkata lagi: (Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah)." Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kembali kepada keluarganya dengan membawa kalimat wahyu tadi dalam keadaan gelisah. Beliau menemui Khadijah binti Khawailidh seraya berkata: "Selimuti aku, selimuti aku!". Beliau pun diselimuti hingga hilang ketakutannya. Lalu Beliau menceritakan peristiwa yang terjadi kepada Khadijah: "Aku mengkhawatirkan diriku". Maka Khadijah berkata: "Demi Allah, Allah tidak akan mencelakakanmu selamanya, karena engkau adalah orang yang menyambung silaturrahim." Khadijah kemudian mengajak Beliau untuk bertemu dengan Waroqoh bin Naufal bin Asad bin Abdul 'Uzza, putra paman Khadijah, yang beragama Nasrani di masa Jahiliyyah, dia juga menulis buku dalam bahasa Ibrani, juga menulis Kitab Injil dalam Bahasa Ibrani dengan izin Allah. Saat itu Waroqoh sudah tua dan matanya buta. Khadijah berkata: "Wahai putra pamanku, dengarkanlah apa yang akan disampaikan oleh putra saudaramu ini". Waroqoh berkata: "Wahai putra saudaraku, apa yang sudah kamu alami". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menuturkan peristiwa yang dialaminya. Waroqoh berkata: "Ini adalah Namus, seperti yang pernah Allah turunkan kepada Musa. Duhai seandainya aku masih muda dan aku masih hidup saat kamu nanti diusir oleh kaummu". Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Apakah aku akan diusir mereka?" Waroqoh menjawab: "Iya. Karena tidak ada satu orang pun yang datang dengan membawa seperti apa yang kamu bawa ini kecuali akan disakiti (dimusuhi). Seandainya aku ada saat kejadian itu, pasti aku akan menolongmu dengan sekemampuanku". Waroqoh tidak mengalami peristiwa yang diyakininya tersebut karena lebih dahulu meninggal dunia pada masa fatroh (kekosongan) wahyu. Ibnu Syihab berkata; telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa Jabir bin Abdullah Al Anshari bertutur tentang kekosongan wahyu, sebagaimana yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ceritakan: "Ketika sedang berjalan aku mendengar suara dari langit, aku memandang ke arahnya dan ternyata Malaikat yang pernah datang kepadaku di gua Hiro, duduk di atas kursi antara langit dan bumi. Aku pun ketakutan dan pulang, dan berkata: "Selimuti aku. Selimuti aku". Maka Allah Ta'ala menurunkan wahyu: (Wahai orang yang berselimut) sampai firman Allah (dan berhala-berhala tinggalkanlah). Sejak saat itu wahyu terus turun berkesinambungan." Hadits ini juga diriwayatkan oleh Abdullah bin Yusuf dan Abu Shalih juga oleh Hilal bin Raddad dari Az Zuhri. Dan Yunus berkata; dan Ma'mar menyepakati bahwa dia mendapatkannya dari Az Zuhri. hadits tentang Q.S al-‘Alaq ayat 1-5 permulaan wahyu turun kepada Nabi Muhammad SAW ini diambil dari Kitab Shahih Bukhari no.3.

Keterangan Hadits:

Mengenai hadits tentang Q.S al-‘Alaq ayat 1-5 permulaan wahyu turun kepada Nabi Muhammad SAW terdapat jalur 12 sanad, diantaranya:

Sanad Pertama, Aisyah binti Abu bakar Ash-Shiddiq – Urwah bin az-Zubair bin al-‘Awwam bin Khuwailid bin Asad bin ‘Abdul ‘Izzi bin Qu – Muhammad bin Muslim bin ‘Ubaidillah bin ‘Abdullah bin Syihab – Uqail bin Khalid bin ‘Uqail – Laits bin Sa’ad bin ‘Abdur Rahman – Yahya bin ‘Abdullah bin Bukair

Sanad Kedua, Aisyah binti Abu bakar Ash-Shiddiq – Urwah bin az-Zubair bin al-‘Awwam bin Khuwailid bin Asad bin ‘Abdul ‘Izzi bin Qu – Muhammad bin Muslim bin ‘Ubaidillah bin ‘Abdullah bin Syihab – Uqail bin Khalid bin ‘Uqail – Laits bin Sa’ad bin ‘Abdur Rahman – Abdullah bin Yusuf

Sanad Ketiga, Aisyah binti Abu bakar Ash-Shiddiq – Urwah bin az-Zubair bin al-‘Awwam bin Khuwailid bin Asad bin ‘Abdul ‘Izzi bin Qu – Muhammad bin Muslim bin ‘Ubaidillah bin ‘Abdullah bin Syihab – Uqail bin Khalid bin ‘Uqail – Laits bin Sa’ad bin ‘Abdur Rahman – Abdullah bin Shahih bin Muhammad bin Muslim

Sanad Keempat, Aisyah binti Abu bakar Ash-Shiddiq – Urwah bin az-Zubair bin al-‘Awwam bin Khuwailid bin Asad bin ‘Abdul ‘Izzi bin Qu – Muhammad bin Muslim bin ‘Ubaidillah bin ‘Abdullah bin Syihab – Hilal bin Raddad

Sanad Kelima, Aisyah binti Abu bakar Ash-Shiddiq – Urwah bin az-Zubair bin al-‘Awwam bin Khuwailid bin Asad bin ‘Abdul ‘Izzi bin Qu – Muhammad bin Muslim bin ‘Ubaidillah bin ‘Abdullah bin Syihab – Yunus bin Yazid bin Abi an-Najjad

Sanad Keenam, Aisyah binti Abu bakar Ash-Shiddiq – Urwah bin az-Zubair bin al-‘Awwam bin Khuwailid bin Asad bin ‘Abdul ‘Izzi bin Qu – Muhammad bin Muslim bin ‘Ubaidillah bin ‘Abdullah bin Syihab – Ma’mar bin Raosyid

Sanad Ketujuh, Jabir bin ‘Abdullah bin ‘Amru bin Haram – Abdullah bin ‘Abdur Rahman bin ‘Auf - Muhammad bin Muslim bin ‘Ubaidillah bin ‘Abdullah bin Syihab - Uqail bin Khalid bin ‘Uqail - Laits bin Sa’ad bin ‘Abdur Rahman – Yahya bin ‘Abdullah bin Bukair

Sanad Kedelapan, Jabir bin ‘Abdullah bin ‘Amru bin Haram – Abdullah bin ‘Abdur Rahman bin ‘Auf - Muhammad bin Muslim bin ‘Ubaidillah bin ‘Abdullah bin Syihab - Uqail bin Khalid bin ‘Uqail - Laits bin Sa’ad bin ‘Abdur Rahman – Abdullah bin Yusuf

Sanad Kesembilan, Jabir bin ‘Abdullah bin ‘Amru bin Haram – Abdullah bin ‘Abdur Rahman bin ‘Auf - Muhammad bin Muslim bin ‘Ubaidillah bin ‘Abdullah bin Syihab - Uqail bin Khalid bin ‘Uqail - Laits bin Sa’ad bin ‘Abdur Rahman – Abdullah bin Shalih bin Muhammad bin Muslim

Sanad Kesepuluh, Jabir bin ‘Abdullah bin ‘Amru bin Haram – Abdullah bin ‘Abdur Rahman bin ‘Auf - Muhammad bin Muslim bin ‘Ubaidillah bin ‘Abdullah bin Syihab – Hilal bin Raddad

Sanad Kesebelas, Jabir bin ‘Abdullah bin ‘Amru bin Haram – Abdullah bin ‘Abdur Rahman bin ‘Auf - Muhammad bin Muslim bin ‘Ubaidillah bin ‘Abdullah bin Syihab – Yunus bin Yazid bin Abi an-Najjad

Sanad Kedua belas, Jabir bin ‘Abdullah bin ‘Amru bin Haram – Abdullah bin ‘Abdur Rahman bin ‘Auf - Muhammad bin Muslim bin ‘Ubaidillah bin ‘Abdullah bin Syihab – Ma’mar bin Raosyid

Untuk mengetahui biografi setiap perawi dari hadits tentang Q.S al-‘Alaq ayat 1-5 permulaan wahyu turun kepada Nabi Muhammad SAW sebagai berikut:
  • Nama Lengkap : Aisyah binti Abi Bakar Ash Shiddiq
  • Kalangan : Shahabat
  • Kuniyah : Ummu 'Abdullah
  • Negeri semasa hidup : Madinah
  • Wafat : 58 H
ULAMA
KOMENTAR
Shahabat

  • Nama Lengkap : Urwah bin Az Zubair bin Al 'Awwam bin Khuwailid bin Asad bin 'Abdul 'Izzi bin Qu
  • Kalangan : Tabi'in kalangan pertengahan
  • Kuniyah : Abu 'Abdullah
  • Negeri semasa hidup : Madinah
  • Wafat : 93 H
ULAMA
KOMENTAR
Al 'Ajli
Tsiqah
Ibnu Hajar
Tsiqah
Ibnu Hibban
disebutkan dalam 'Ats Tsiqat'

  • Nama Lengkap : Muhammad bin Muslim bin 'Ubaidillah bin 'Abdullah bin Syihab
  • Kalangan : Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan
  • Kuniyah : Abu Bakar
  • Negeri semasa hidup : Madinah
  • Wafat : 124 H
ULAMA
KOMENTAR
Ibnu Hajar al 'Asqalani
faqih hafidz mutqin
Adz Dzahabi
seorang tokoh

  • Nama Lengkap : Uqail bin Khalid bin 'Uqail
  • Kalangan : Tabi'in (tdk jumpa Shahabat)
  • Kuniyah : Abu Khalid
  • Negeri semasa hidup : Syam
  • Wafat : 144 H
ULAMA
KOMENTAR
Ahmad bin Hambal
Tsiqah
An Nasa'i
tsiqah
Abu Zur'ah
shaduuq tsiqah
Abu Hatim
la ba`sa bih
Al 'Ajli
tsiqah
Al 'Uqaili
Shaduuq
Ibnu Hibban
disebutkan dalam 'Ats Tsiqat'

  • Nama Lengkap : Laits bin Sa'ad bin 'Abdur Rahman
  • Kalangan : Tabi'ut Tabi'in kalangan tua
  • Kuniyah : Abu Al Harits
  • Negeri semasa hidup : Maru
  • Wafat : 175 H
ULAMA
KOMENTAR
Yahya bin Ma'in
Tsiqah
Ahmad bin Hambal
Tsiqah
Abu Zur'ah
Tsiqah
Muhammad bin Sa'd
Tsiqah
Ibnu Madini
Tsiqah Tsabat

  • Nama Lengkap : Yahya bin 'Abdullah bin Bukair
  • Kalangan : Tabi'ul Atba' kalangan tua
  • Kuniyah : Abu Zakariya
  • Negeri semasa hidup : Maru
  • Wafat : 231 H
ULAMA
KOMENTAR
An Nasa'i
dla'if
Ibnu Hibban
disebutkan dalam 'ats tsiqaat
As Saji
Shaduuq
Al Khalili
Tsiqah
Ibnu Qani'
Tsiqah
Ibnu Hajar al 'Asqalani
Tsiqah
Adz Dzahabi
Hafizh

  • ama Lengkap : Abdullah bin Yusuf
  • Kalangan : Tabi'ul Atba' kalangan tua
  • Kuniyah : Abu Muhammad
  • Negeri semasa hidup : Maru
  • Wafat : 218 H
ULAMA
KOMENTAR
Al 'Ajli
tsiqah
Ibnu Hibban
disebutkan dalam 'ats tsiqaat
Ibnu Hajar
tsiqah
Adz Dzahabi
Hafizh

  • Nama Lengkap : Abdullah bin Shalih bin Muhammad bin Muslim
  • Kalangan : Tabi'ul Atba' kalangan tua
  • Kuniyah : Abu Shalih
  • Negeri semasa hidup : Maru
  • Wafat : 222 H
ULAMA
KOMENTAR
An Nasa'i
laisa bi tsiqah
Yahya bin Ma'in
Tsiqah
Ibnul Qaththan
Shaduuq
Maslamah bin Qasim
la ba`sa bih
Ibnu Hajar Al Atsqalani
"shaduuq, katsirul ghalath"
Adz Dzahabi
layyin

  • Nama Lengkap : Hilal bin Raddad
  • Kalangan : Tabi'in kalangan biasa
  • Kuniyah :
  • Negeri semasa hidup : Syam
  • Wafat :
ULAMA
KOMENTAR
Ibnu Hajar al 'Asqalani
maqbul

  • Nama Lengkap : Yunus bin Yazid bin Abi An Najjad
  • Kalangan : Tabi'ut Tabi'in kalangan tua
  • Kuniyah : Abu Zaid
  • Negeri semasa hidup : Syam
  • Wafat : 159 H
ULAMA
KOMENTAR
Al 'Ajli
Tsiqah
An Nasa'i
Tsiqah
Ya'kub bin Syaibah
shalihul hadits
Abu Zur'ah
la ba`sa bih
Ibnu Kharasy
Shaduuq
Ibnu Hibban
disebutkan dalam 'ats tsiqaat
Ibnu Hajar al 'Asqalani
Tsiqah
Adz Dzahabi
Tsiqah

  • Nama Lengkap : Ma'mar bin Raosyid
  • Kalangan : Tabi'ut Tabi'in kalangan tua
  • Kuniyah : Abu 'Urwah
  • Negeri semasa hidup : Yaman
  • Wafat : 154 H
ULAMA
KOMENTAR
Yahya bin Ma'in
Tsiqah
Al 'Ajli
Tsiqah
Ya'kub bin Syu'bah
Tsiqah
Abu Hatim
shalihul hadits
An Nasa'i
tsiqah ma`mun
Ibnu Hibban
disebutkan dalam 'ats tsiqaat
Ibnu Hajar al 'Asqalani
tsiqah tsabat

  • Nama Lengkap : Jabir bin 'Abdullah bin 'Amru bin Haram
  • Kalangan : Shahabat
  • Kuniyah : Abu 'Abdullah
  • Negeri semasa hidup : Madinah
  • Wafat : 78 H
ULAMA
KOMENTAR
Shahabat

  • Nama Lengkap : Abdullah bin 'Abdur Rahman bin 'Auf
  • Kalangan : Tabi'in kalangan pertengahan
  • Kuniyah : Abu Salamah
  • Negeri semasa hidup : Madinah
  • Wafat : 94 H
ULAMA
KOMENTAR
Abu Zur'ah
tsiqah imam
Ibnu Hibban
Tsiqah

Demikian penjelasan hadits tentang Q.S al-‘Alaq ayat 1-5 permulaan wahyu turun kepada Nabi Muhammad SAW. Semoga bermanfaat.

Untuk mendownload hadits tentang Q.S al-‘Alaq ayat 1-5 permulaan wahyu turun kepada Nabi Muhammad SAW bisa download pada laman "Download Artikel" atau bisa klik sini.

Menuju Link Click here

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Hadits Tentang Q.S al-‘Alaq Ayat 1-5 Permulaan Wahyu Turun Kepada Nabi Muhammad SAW"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel