Istilah-Istilah dalam Ilmu Hadits


www.hadits21.info – Pernah penulis singgung dalam artikel seorang perawi tidak boleh pendusta bahwa pada dasarnya hadits merupakan sumber hokum yang kedua setelah al-Qur’an. Untuk itu hadits merupakan sumber hikum yang sangat penting bagi umat Islam dan sebagai pelengkap hukum jika hukum yang ada di dalam al-Quran masih gelobal, dan jika hukum dalam Islam tidak ada di dalam al-Qur’an sedang di hadits ada maka hadits tersebut sebagai hukum utama.

Dalam menentukan suatu hukum didalam hadits tentunya kita sebagai umat Islam tidak boleh asal-asalan. Kita terlebih dahulu harus tahu ilmu hadits, salah satunya dasar yang perlu kita tahu adalah istilah-istilah dalam ilmu hadits. Sebagaimana kita ketahui hadits terbagi menjadi beberapa klasifikasi, dalam istilah dalam ilmu hadits yang terdapat dalam informasi lidwa pusaka terbagi menjadi 3 klasifikasi yaitu :

Pertama, berdasarkan penyandaran. Istilah ilmu hadits berdasarkan klasifikasi penyandaran ini terdapat 4 macam yakni hadits qudsi, hadits marfu’, hadits mauquf, dan hadits maqthu’.

Kedua, berdasarkan gugurnya sanad. Istilah ilmu hadits dalam klasifikasi ini terdapat terdapat 4 macam juga yakni hadits mursal, hadits mu’dhal, hadits munqathi’, dan hadits mu’allaq.

Ketiga, bedasarkan banyaknya jalan. Istilah ilmu hadits dalam klasifikasi ini terdapat 4 macam juga sebagaimana hadits berdasarkan penyandarannya dan gugurnya sanadnya yakni hadits gharib, hadits ‘aziz, hadits masyhur, dan hadits mutawatir.

Ketiga klasifikasi istilah dalam ilmu hadits tersebut memang kita tidak menemukan istilah hadits shahih, hadits hasan, dan hadits dhaif, namun dalam ketiga klasifikasi tersebut bisa menentukan bahwa hadits tersebut dikatakan shahih, hasan maupun dhaif. Oleh karena itu kita tidak serta merta paham nama-nama istilah dalam ilmu hadits yang sudah terpaparkan diatas, namun kita juga harus tahu arti dari setiap klasifikasi hadits baik berdasarkan penyandarannya, gugurnya sanad, maupun banyaknya jalan. Untuk itu, lebih lengkapnya penulis akan memberikan penjelasan menganai istilah dalam ilmu hadits sebgaiamana disebutkan diatas.


  • Qudsi ialah Secara bahasa (Etimologis), kata Qudsi dinisbahkan kepada kata Al-Quds (Suci). Artinya, hadits yang dinisbahkan kepada Dzat yang Maha suci, yaitu Allah Ta'ala. Dan secara istilah (terminologis) definisinya adalah: Sesuatu (hadits) yang dinukil dari Nabi Shallallahu 'alaihi Wa Sallam yang disandarkan beliau kepada Rabb-nya.
  • Marfu' ialah sabda atau perbuatan, taqrir atau sifat yang disandarkan kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.
  • Mauquf ialah perkataan, perbuatan atau taqrir yang disandarkan kepada seorang sahabat.
  • Maqthu' ialah perkataan atau taqrir yang disandarkan kepada tabi'in atau generasi berikutnya.
  • Mursal ialah hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi langsung disandarkan kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, tanpa menyebutkan nama orang (sahabat) yang menceritakan kepadanya
  • Mu'dhal ialah hadits/berita yang dua orang perawi atau lebih gugur/putus dalam satu tempat secara berurutan.
  • Munqathi' ialah hadits/berita yang di tengah sanadnya gugur/terputus seorang rawi atau beberapa rawi, tetapi tidak berturut-turut.
  • Mu'allaq ialah hadits yang dari awal sanadnya gugur/terputus seorang perawi atau lebih dengan berturut-turut.
  • Gharib ialah hadits yang diriwayatkan hanya dengan satu sanad.
  • Aziz ialah hadits yang diriwayatkan dua jalan saja.
  • Masyhur ialah hadits yang diriwayatkan lebih dari dua jalan, dan belum mencapai derajat mutawatir.
  • Mutawatir ialah hadits yang diriwayatkan dengan banyak sanad yang berlainan perawinya, dan mustahil mereka bisa berkumpul untuk berdusta membuat hadits itu


Untuk mempermudah pemahaman, pembaca bisa melihat tabel berikut ini:

AMP HTML
Demikianlah, istialh –istilah dalam ilmu hadits yang penulis paparkan, semoga bermanfaat untuk pembaca.

Untuk mendownload artikel tentang Istilah-Istilah dalam Ilmu Hadits pembaca bisa mendownloadnya pada laman "Download Artikel" atau bisa langsung saja klik disini.

Menuju Link Click here

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Istilah-Istilah dalam Ilmu Hadits"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel