Skip to main content
Click Here On Load Disqus

Hadits Tentang Perawi tidak Seorang Pembohong

Hadits Tentang Perawi tidak Seorang Pembohong

www.hadits21.info - Hadits merupakan sumber hukum kedua setelah al-Qur'an, untuk itu sebagai sumber hukum islam yang kedua kita sebagai umat Islam harus teliti dalam memilih hadits jika dijadikan sumber hukum. Dalam klasifikasi hadits memang terdapat beberapa gologan seperti hadits shohih , hadits hasan, dan hadits dhoif. Pada ketiga klasifikasi hadits tersebut setiap sub bagian terdapat klasifikasi masing-masing. Namun kali ini penulis tidak akan membahas hal itu, melainkan yang paling penting dalam hadits adalah perawi atau sanad hadits. Dimana jika seorang perawi itu dusta maka hadits yang diriwayatkannya tidak akan diterima dan tidak akan dijadikan sumber hukum. Syarat Perawi tidak tidak boleh seorang pendusta atau pembohong ini terdapat hadits Rasulullah SAW. Adapun haditsnya sebagai berikut:

وَهُوَ الْأَثَرُ الْمَشْهُورُ. عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ حَدَّثَ عَنِّي بِحَدِيثٍ يُرَى أَنَّهُ كَذِبٌ فَهُوَ أَحَدُ الْكَاذِبِينَ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ الْحَكَمِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ ح و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ أَيْضًا حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ شُعْبَةَ وَسُفْيَانَ عَنْ حَبِيبٍ عَنْ مَيْمُونِ بْنِ أَبِي شَبِيبٍ عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَلِكَ

(MUSLIM - 1) : Dan ia merupakan atsar yang masyhur dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, "Barangsiapa menceritakan hadits dariku, yang mana riwayat itu diduga adalah kebohongan, maka dia (perawi) adalah salah satu dari para pembohong tersebut." Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Waki' dari Syu'bah dari al Hakam dari Abdurrahman bin Abu Laila dari Samurah bin Jundab. (dalam riwayat lain disebutkan) dan juga telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Waki' dari Syu'bah dan Sufyan dari Habib dari Maimun bin Abu Syabib dari al-Mughirah bin Syu'bah keduanya berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda tentang hal tersebut." Hadits tentang kewajiban perawi tidak seorang pembohong ini diambil dari kitab shahih Muslim no.1 dalam lidwa pustaka.

Dalam hadits tentang kewajiban perawi tidak seorang pembohong tersebut terdapat hadits penguat, hadits penguat ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dalam kitabnya Sunan Tirmidzi no.2586. Adapun isi penguat pada hadits shahih muslim tentang kewajiban perawi tidak seorang pembohong berbunyi sebagai berikut:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ عَنْ مَيْمُونِ بْنِ أَبِي شَبِيبٍ عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ حَدَّثَ عَنِّي حَدِيثًا وَهُوَ يَرَى أَنَّهُ كَذِبٌ فَهُوَ أَحَدُ الْكَاذِبِينَ وَفِي الْبَاب عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ وَسَمُرَةَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَرَوَى شُعْبَةُ عَنْ الْحَكَمِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ سَمُرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذَا الْحَدِيثَ وَرَوَى الْأَعْمَشُ وَابْنُ أَبِي لَيْلَى عَنْ الْحَكَمِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ عَلِيٍّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَأَنَّ حَدِيثَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ سَمُرَةَ عِنْدَ أَهْلِ الْحَدِيثِ أَصَحُّ قَالَ سَأَلْتُ أَبَا مُحَمَّدٍ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ حَدِيثِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ حَدَّثَ عَنِّي حَدِيثًا وَهُوَ يَرَى أَنَّهُ كَذِبٌ فَهُوَ أَحَدُ الْكَاذِبِينَ قُلْتُ لَهُ مَنْ رَوَى حَدِيثًا وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّ إِسْنَادَهُ خَطَأٌ أَيُخَافُ أَنْ يَكُونَ قَدْ دَخَلَ فِي حَدِيثِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ إِذَا رَوَى النَّاسُ حَدِيثًا مُرْسَلًا فَأَسْنَدَهُ بَعْضُهُمْ أَوْ قَلَبَ إِسْنَادَهُ يَكُونُ قَدْ دَخَلَ فِي هَذَا الْحَدِيثِ فَقَالَ لَا إِنَّمَا مَعْنَى هَذَا الْحَدِيثِ إِذَا رَوَى الرَّجُلُ حَدِيثًا وَلَا يُعْرَفُ لِذَلِكَ الْحَدِيثِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَصْلٌ فَحَدَّثَ بِهِ فَأَخَافُ أَنْ يَكُونَ قَدْ دَخَلَ فِي هَذَا الْحَدِيثِ

(TIRMIDZI - 2586) : Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Habib bin Abi Tsabit dari Maimun bin Abi Syabib dari al Mughirah bin Syu'bah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Barangsiapa meriwayatkan satu hadits dariku, dan dia melihat bahwa hadits itu dusta, maka dia adalah salah satu dari para pendusta." dan dalam bab lain dari Ali bin Abi Thalib dan Samurah. Abu Isa berkata; 'Ini adalah hadits hasan shahih. dan Syu'bah telah meriwayatkan dari Al Hakam dari Abdurrahman bin Abi Laila dari Samurah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Hadits ini di riwayatkan oleh al A'masy dan Ibnu Abi Laila dari al Hakam dari Abdurrahman bin Abu Laila dari Ali dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan seakan-akan hadits Abdurrahman bin Abi Laila dari Samurah menurut ahlul hadits lebih absah. Abu Isa berkata; aku bertanya kepada Abu Muhammad Abdullah bin Abdurrahman tentang hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; "Barangsiapa meriwayatkan satu hadits dariku, dan dia melihat bahwa hadits itu dusta, maka dia adalah salah satu dari para pendusta." Aku berkata kepadanya; 'jika seserang meriwayatkan satu hadits sedang dia mengetahui bahwa isnadnya salah, maka apakah di khawatirkan dia termasuk kategori hadits Nabi ini, atau jika orang-orang meriwayatkan satu hadits mursal, kemudian sebagian mereka menyambungkannya atau membalik isnadnya, apakah dia termasuk kategori hadits ini? ' dia menjawab; 'tidak, hanyasanya makna hadits ini adalah jika seseorang meriwayatkan satu hadits, dan dia tidak mengetahui sama sekali kedudukan hadits tersebut dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian dia meriwayatkannya, maka aku khawatir dia termasuk kategori hadits ini.' Hadits no.2586 diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dalam kitabnya Sunan Tirmidzi.

Adapun sanad pada hadits tentang kewajiban perawi tidak seorang pembohong terdapat 3 jalur sanad diantaranya:

Sanad pertama: Samrah bin Jundab bin Hilal – Abdur Rahman bin Abi Laila Yasar – Al-Hakam binn ‘Utaibah – Syu’bah bin al-Hijjaj bin al-Warad – Waki’ bin al-Jarrah bin Malih – Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah Ibrahim bin ‘Utsman

Sanad kedua : al-Mughirah bin Syu’bah bin Abi ‘Amir – Maimun bin Abi Syabib – Habib bin Abi Tsabit Qais bin Dinar – Sufyan bin Sa’id bin Masruq – Waki’ bin al-Jarrah bin Malih – Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah Ibrahim ‘Utsman

Sanad ketiga : al-Mughirah bin Syu’bah bin Abi ‘Amir – Maimun bin Abi Syabb – Habib bin Abi Tsabit Qais bin Dinar – Syu’bah bin al-Hajjaj bin al-Warad – Waki’ bin al-Jarrah bin Malih - Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah Ibrahim ‘Utsman

Untuk mengetahui biografi ketiga jalur sanad tentang hadits kewajiban perawi tidak seorang pembohong tersebut dapat dilihat dalam table berikut ini:
  • Nama Lengkap : Samrah bij Jundab bin Hilal
  • Kalangan : Shahabat
  • Kuniyah : Abu Sa'id
  • Negeri semasa hidup : Bashrah
  • Wafat : 58 H
ULAMA
KOMENTAR
Shahabat

  • Nama Lengkap : Abdur Rahman bin Abi Lailaa Yasar
  • Kalangan : Tabi'in kalangan tua
  • Kuniyah : Abu 'Isa
  • Negeri semasa hidup : Kufah
  • Wafat : 83 H
ULAMA
KOMENTAR
Yahya bin Ma'in
Tsiqah
Al 'Ajli
Tsiqah
Ibnu Hajar al 'Asqalani
Tsiqah

  • Nama Lengkap : Al Hakam bin 'Utaibah
  • Kalangan : Tabi'in kalangan biasa
  • Kuniyah : Abu Muhammad
  • Negeri semasa hidup : Kufah
  • Wafat : 113 H
ULAMA
KOMENTAR
Yahya bin Ma'in
Tsiqah
An Nasa'i
Tsiqah
Abu Hatim
Tsiqah
Ya'qub bin sufyan
Tsiqah
Adz Dzahabi
Tsiqah
Adz Dzahabi
Ahli sunnah
Ibnu Hibban
disebutkan dalam 'ats tsiqaat

  • Nama Lengkap : Syu'bah bin Al Hajjaj bin Al Warad
  • Kalangan : Tabi'ut Tabi'in kalangan tua
  • Kuniyah : Abu Bistham
  • Negeri semasa hidup : Bashrah
  • Wafat : 160 H
ULAMA
KOMENTAR
Al 'Ajli
tsiqah tsabat
Ibnu Sa'd
tsiqah ma`mun
Abu Daud
tidak ada seorangpun yang lebih baik haditsnya dari padanya
Ats Tsauri
amirul mukminin fil hadits
Ibnu Hajar Al Atsqalani
tsiqoh hafidz
Adz Dzahabi
tsabat hujjah

  • Nama Lengkap : Waki' bin Al Jarrah bin Malih
  • Kalangan : Tabi'in kalangan biasa
  • Kuniyah : Abu Sufyan
  • Negeri semasa hidup : Kufah
  • Wafat : 196 H
ULAMA
KOMENTAR
Al 'Ajli
Tsiqah
Ya'kub bin Syaibah
Hafizh
Ibnu Sa'd
tsiqah ma`mun
Ibnu Hibban
Hafizh
Ibnu Hajar al 'Asqalani
tsiqah ahli ibadah
Adz Dzahabi
seorang tokoh

  • Nama Lengkap : Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah Ibrahim bin 'Utsman
  • Kalangan : Tabi'ul Atba' kalangan tua
  • Kuniyah : Abu Bakar
  • Negeri semasa hidup : Kufah
  • Wafat : 235 H
ULAMA
KOMENTAR
Ahmad bin Hambal
Shaduuq
Abu Hatim
tsiqah

  • Nama Lengkap : Al Mughirah bin Syu'bah bin Abi 'Amir
  • Kalangan : Shahabat
  • Kuniyah : Abu 'Isa
  • Negeri semasa hidup : Kufah
  • Wafat : 50 H
ULAMA
KOMENTAR
Shahabat

  • ama Lengkap : Maimun bin Abi Syabib
  • Kalangan : Tabi'ut Tabi'in kalangan tua
  • Kuniyah : Abu Nashr
  • Negeri semasa hidup : Kufah
  • Wafat : 83 H
ULAMA
KOMENTAR
Abu Hatim
shalihul hadits
Ibnu Hibban
disebutkan dalam 'ats tsiqaat
Yahya bin Ma'in
dla'if
Ibnu Hajar al 'Asqalani
Shaduuq
Adz Dzahabi
Shaduuq

  • Nama Lengkap : Habib bin Abi Tsabit Qais bin Dinar
  • Kalangan : Tabi'in kalangan pertengahan
  • Kuniyah : Abu Yahya
  • Negeri semasa hidup : Kufah
  • Wafat : 119 H
ULAMA
KOMENTAR
Yahya bin Ma'in
tsiqah hujjah
Ibnu 'Adi
tsiqah hujjah
An Nasa'i
Tsiqah
Al 'Ajli
Tsiqah Tsabat
Abu Hatim Ar Rozy
shaduuq tsiqah
Ibnu Hibban
disebutkan dalam 'ats tsiqaat

  • Nama Lengkap : Sufyan bin Sa'id bin Masruq
  • Kalangan : Tabi'ut Tabi'in kalangan tua
  • Kuniyah : Abu 'Abdullah
  • Negeri semasa hidup : Kufah
  • Wafat : 161 H
ULAMA
KOMENTAR
Malik bin anas
Tsiqah
Yahya bin Ma'in
Tsiqah
Ibnu Hibban
Termasuk dari para huffad mutqin
Ibnu Hajar al 'Asqalani
Tsiqah Hafidz Faqih
Ibnu Hajar al 'Asqalani
Abid
Ibnu Hajar al 'Asqalani
Imam
Ibnu Hajar al 'Asqalani
Hujjah
Adz Dzahabi
Imam
  • Nama Lengkap : Syu'bah bin Al Hajjaj bin Al Warad
  • Kalangan : Tabi'ut Tabi'in kalangan tua
  • Kuniyah : Abu Bistham
  • Negeri semasa hidup : Bashrah
  • Wafat : 160 H
ULAMA
KOMENTAR
Al 'Ajli
tsiqah tsabat
Ibnu Sa'd
tsiqah ma`mun
Abu Daud
tidak ada seorangpun yang lebih baik haditsnya dari padanya
Ats Tsauri
amirul mukminin fil hadits
Ibnu Hajar Al Atsqalani
tsiqoh hafidz
Adz Dzahabi
tsabat hujjah

Jika ditinjau dari berbagai sanad, penulis menyimpulkan bahwa hadits tentang kewajiban perawi tidak seorang pembohong adalah shahih.

Untuk mendownload artikel Hadits tentang perawi tidak boleh seorang pendusta/ pembohong bisa klik pada laman "Download artikel" atau bisa langsung klik disini.

Menuju Link Click here

Buka Diskusi
Tutup Diskusi