Skip to main content
Click Here On Load Disqus

Hadits Tentang Tidak Diterima Shalatnya Tanpa Berwudlu

Hadits Tentang Tidak Diterima Shalatnya Tanpa Berwudlu

www.hadits21.info - Shalat lima waktu hukumnya adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun perempuan, adapun selain itu hukumnya adalah sunnah sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah seperti shalat sunnah rawatib, tahiyatul masjid, dhuha, tahajud, tarawih dibulan Ramadlan dan lain sebagainya. Lantas bagaimana posisi hukum jikalu kita sebagai umat Islam melaksanakan shalat namun belum bersuci atau berwudlu?. Dalam hadits salah satunya pada kitab Sunan Tirmidzi hadits no.1 menyebutkan bahwa tidaklah sah seorang muslim melaksanakan shalat sedangkan ia belum bersuci atau berwudlu. Pada Dasarnya berwudlu merupakan salah satu syarat sahnya shalat selain terhindar dari hadas dan najis. Untuk itu sebagai umat Islam ketika melaksanakan shalat hendalah berwudlu. Adapun hadits yang menjelaskan tidak diterima shalatnya tanpa berwudlu berbunyi sebagai berikut:

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ ح و حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ إِسْرَائِيلَ عَنْ سِمَاكٍ عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُقْبَلُ صَلَاةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ وَلَا صَدَقَةٌ مِنْ غُلُولٍ قَالَ هَنَّادٌ فِي حَدِيثِهِ إِلَّا بِطُهُورٍ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا الْحَدِيثُ أَصَحُّ شَيْءٍ فِي هَذَا الْبَابِ وَأَحْسَنُ وَفِي الْبَاب عَنْ أَبِي الْمَلِيحِ عَنْ أَبِيهِ وَأَبِي هُرَيْرَةَ وَأَنَسٍ وَأَبُو الْمَلِيحِ بْنُ أُسَامَةَ اسْمُهُ عَامِرٌ وَيُقَالُ زَيْدُ بْنُ أُسَامَةَ بْنِ عُمَيْرٍ الْهُذَلِيُّ

(TIRMIDZI - 1) : telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Awanah dari Simak bin Harb, dan telah menceritakan kepada kami Hannad berkata, telah menceritakan kepada kami Waki' dari Israil dari Simak dari Mush'ab bin Sa'd dari Ibnu Umar dari Nabi Shallahu 'alaihi wa Sallam, beliau bersabda: " Tidak akan diterima shalat yang dilakukan tanpa bersuci, dan tidak akan diterima sedekah yang berasal dari harta curian." Hannad menyebutkan dalam haditsnya, "tidak suci." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah yang paling shahih dan paling baik dalam bab ini." Dalam bab tersebut juga ada hadits dari Abu Al Malih dari Bapaknya dan Abu Hurairah dan Anas. Dan Abu Al Malih bin Usamah namanya adalah Amir, disebut juga Zaid bin Usamah bin Umair Al Hudzali." Hadits tentang tidak terima shalatnya tanpa berwudlu ini diambil dari kitab Sunan Tirmidzi hadits no.1 dari software lidwa pusaka.

Keterangan hadits:

Sanad hadits tentang tidak diterima shalatnya tanpa berwudlu memiliki dua jalur sanad, yakni:

Sanad pertama, Abdullah bin ‘Umar bin Khatab bin Nufail – Mush’ab bin Sa’ad bin Abi Waqash – Simak bin Harb bin Aus – Wadldloh bin Abdullah Maula Yazid bin ‘Atha – Qutaibah bin Sa’id bin Jamil bin Tharif bin Abdullah.

Sanad kedua, Abdullah bin ‘Umar bin Khatab bin Nufail – Mush’ab bin Sa’ad bin Abi Waqash – Simak bin Harb bin Aus – Isra’il bin Yunus bin Abi Ishaq – Waki’ bin al-Jarrah bin Malih – Hammad bin As-Sary bin Mush’ab.

Adapun biografi dari perawi setiap sanad hadits tentang tidak diterima shalatnya tanpa berwudlu dapat dilihat pada tabel berikut:
  • Nama Lengkap : Abdullah bin 'Umar bin Al Khaththab bin Nufail
  • Kalangan : Shahabat
  • Kuniyah : Abu 'Abdur Rahman
  • Negeri semasa hidup : Madinah
  • Wafat : 73 H
ULAMA
KOMENTAR
Ibnu Hajar Al Atsqalani
Shahabat
Adz Dzahabi
Shahabat

  • Nama Lengkap : Mush'ab bin Sa'ad bin Abi Waqash
  • Kalangan : Tabi'ut Tabi'in kalangan tua
  • Kuniyah : Abu Zurarah
  • Negeri semasa hidup : Kufah
  • Wafat : 103 H
ULAMA
KOMENTAR
Ibnu Sa'd
Tsiqah
Ibnu Hibban
disebutkan dalam 'ats tsiqaat
Al 'Ajli
Tsiqah
Ibnu Hajar al 'Asqalani
Tsiqah
Adz Dzahabi
Tsiqah

  • Nama Lengkap : Simak bin Harb bin Aus
  • Kalangan : Tabi'in kalangan biasa
  • Kuniyah : Abu Al Mughirah
  • Negeri semasa hidup :
  • Wafat : 123 H
ULAMA
KOMENTAR
Yahya bin Ma'in
Tsiqah
Abu Hatim Ar Rozy
shaduuq tsiqah
An Nasa'i
Di haditsnya ada sesuatu
Ibnu Hibban
Banyak salah
Adz Dzahabi
Tsiqah
Adz Dzahabi
Jelek Hafalannya

  • Nama Lengkap : "Wadldloh bin 'Abdullah, maula Yazid bin 'Atha'"
  • Kalangan : Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan
  • Kuniyah : Abu 'Awanah
  • Negeri semasa hidup : Bashrah
  • Wafat : 176 H
ULAMA
KOMENTAR
Affan bin Muslim
tsabat
Al 'Ajli
Tsiqah
Abu Hatim
shaduuq tsiqah
Ya'kub bin Syaibah
tsabat shalih
Abu Zur'ah
Tsiqah
Ibnu Sa'd
tsiqah shaduuq

  • Nama Lengkap : Qutaibah bin Sa'id bin Jamil bin Tharif bin 'Abdullah
  • Kalangan : Tabi'ul Atba' kalangan tua
  • Kuniyah : Abu Raja'
  • Negeri semasa hidup : Himsh
  • Wafat : 240 H
ULAMA
KOMENTAR
Abu Hatim
Tsiqah
An Nasa'i
Tsiqah
Yahya bin Ma'in
Tsiqah
Ibnu Hajar al 'Asqalani
Tsiqah Tsabat

  • Nama Lengkap : Isra'il bin Yunus bin Abi Ishaq
  • Kalangan : Tabi'ut Tabi'in kalangan tua
  • Kuniyah : Abu Yusuf
  • Negeri semasa hidup : Kufah
  • Wafat : 160 H
ULAMA
KOMENTAR
Ibnu Hibban
disebutkan dalam 'ats tsiqaat
Ibnu Hajar al 'Asqalani
Tsiqah

  • Nama Lengkap : Waki' bin Al Jarrah bin Malih
  • Kalangan : Tabi'in kalangan biasa
  • Kuniyah : Abu Sufyan
  • Negeri semasa hidup : Kufah
  • Wafat : 196 H
ULAMA
KOMENTAR
Al 'Ajli
Tsiqah
Ya'kub bin Syaibah
Hafizh
Ibnu Sa'd
tsiqah ma`mun
Ibnu Hibban
Hafizh
Ibnu Hajar al 'Asqalani
tsiqah ahli ibadah
Adz Dzahabi
seorang tokoh

  • Nama Lengkap : Hannad bin As Sariy bin Mush'ab
  • Kalangan : Tabi'ut Tabi'in kalangan tua
  • Kuniyah : Abu As Sariy
  • Negeri semasa hidup : Kufah
  • Wafat : 243 H
ULAMA
KOMENTAR
Abu Hatim
Shaduuq
An Nasa'i
Tsiqah
Ibnu Hibban
disebutkan dalam 'ats tsiqaat
Ibnu Hajar al 'Asqalani
Tsiqah
Adz Dzahabi
Hafizh

Dari paparan sanad hadits tentang tidak diterima shalatnya tanpa berwudlu diatas, penulis menyimppulkan bahwa hadits tersebut dari segi jalur sanad merupakan hadits ‘Aziz karena terdapat dua jalur sanad, sedang dari segi kualitas hadits hadits ini merupakan hadits shahih. Penulis menganggap Hadits tentang tidak diterima shalatnya tanpa berwudlu adalah shahih setelah penulis melihat dua faktor, yakni pertama dari sanad hadits tersebut bahwa sudah pasti hadits tersebut shahih meski ada salah satu dari perawi yang lemah hafalannya, faktor yang kedua yakni bahwa dalam matan hadits (isi hadits) tentang tidak diterima shalatnya tanpa berwudlu tersebut menyatakan sendiri bahwa hadits ini sangatlah shahih.

Demikian artikel ini penulis sajikan, semoga bermanaat bagi pembaca semua.
Untuk mendownload artikel hadits tentang tidak diterima shalatnya tanpa berwudlu pembaca bisa mendownloadnya pada laman “Download Artikel” dengan kode kitab Tirmidzi hadits no.1 atau langsung kliklink disini.

Menuju Link Click here

Buka Diskusi
Tutup Diskusi