Skip to main content

Shahih Muslim Hadits ke 3 Tentang Hukum Berbuat Dusta Pada Hadits


Hadits tentang hukum berbuat dusta pada hadits dalam kitab shahih muslim hadits ke 3 ini memiliki satu jalur sanad, yaitu dari Anas bin Malik bin An Nadlir bin Dlamdlom bin Zaid bin Haram - Abdul 'Aziz bin Shuhaib - Isma'il bin Ibrahim bin Muqsim - Zuhair bin Harb bin Syaddad
و حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ يَعْنِي ابْنَ عُلَيَّةَ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ صُهَيْبٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّهُ قَالَ
إِنَّهُ لَيَمْنَعُنِي أَنْ أُحَدِّثَكُمْ حَدِيثًا كَثِيرًا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ تَعَمَّدَ عَلَيَّ كَذِبًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ
(MUSLIM - 3) : Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Ismail -yaitu Ibnu 'Ulayyah- dari Abdul Aziz bin Shuhaib dari Anas bin Malik bahwasanya dia berkata, 'Sesungguhnya sesuatu yang menghalangiku untuk menceritakan hadits yang banyak kepada kalian adalah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang sengaja melakukan kedustaan atas namaku, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya dari neraka'."






حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ جَامِعِ بْنِ شَدَّادٍ عَنْ عَامِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قُلْتُ لِلزُّبَيْرِ إِنِّي لَا أَسْمَعُكَ تُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا يُحَدِّثُ فُلَانٌ وَفُلَانٌ قَالَ أَمَا إِنِّي لَمْ أُفَارِقْهُ وَلَكِنْ سَمِعْتُهُ يَقُولُ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

Terjemahan:
Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid berkata, telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Jami' bin Syaddad dari 'Amir bin 'Abdullah bin Az Zubair dari Bapaknya berkata, "Aku berkata kepada Az Zubair, "Aku belum pernah mendengar kamu membicarakan sesuatu dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebagaimana orang-orang lain membicarakannya?" Az Zubair menjawab, "Aku tidak pernah berpisah dengan beliau, aku mendengar beliau mengatakan: "Barangsiapa berdusta terhadapku maka hendaklah ia persiapkan tempat duduknya di neraka."

Keterangan setiap perawi

  • Nama Lengkap : Anas bin Malik bin An Nadlir bin Dlamdlom bin Zaid bin Haram
  • Kalangan : Shahabat
  • Kuniyah : Abu Hamzah
  • Negeri semasa hidup : Bashrah
  • Wafat : 91 H
ULAMA KOMENTAR
Ibnu Hajar al 'Asqalani Shahabat

  • Nama Lengkap : Abdul 'Aziz bin Shuhaib
  • Kalangan : Tabi'in kalangan biasa
  • Kuniyah : Abu Hamzah
  • Negeri semasa hidup : Bashrah
  • Wafat : 130 H
ULAMA KOMENTAR
Ahmad bin Hambal tsiqah tsiqah
Yahya bin Ma'in Tsiqah
Ibnu Sa'd Tsiqah
Al 'Ajli Tsiqah
An Nasa'i Tsiqah
Abu Hatim shalih
Ibnu Hajar al 'Asqalani Tsiqah
Adz Dzahabi Hujjah

  • Nama Lengkap : Isma'il bin Ibrahim bin Muqsim
  • Kalangan : Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan
  • Kuniyah : Abu Bisyir
  • Negeri semasa hidup : Bashrah
  • Wafat : 193 H
ULAMA KOMENTAR
Syu'bah Sayyidul Muhadditsin
Yahya bin Ma'in tsiqah ma`mun
Muhammad bin Sa'd Tsiqah tsabat hujjah
Abdurrahman bin Mahdi dia lebih kuat dari Husyaim
Yahya bin Ma'in tsiqah ma`mun
Abu Daud "tidak ada seorang muhaddits kecuali melakukan kesalahan, kecuali Ibnu 'Ulaiyah dan Bisyr bin al Mufadldlal"
Yahya bin Said Lebih kuat daripada Wuhaib
As Saji Perlu dikoreksi ulang
An Nasa'i Tsiqah tsabat
Ibnu Hajar al 'Asqalani dlaif
Adz Dzahabi dlaif

  • Nama Lengkap : Zuhair bin Harb bin Syaddad
  • Kalangan : Tabi'ul Atba' kalangan tua
  • Kuniyah : Abu Khaitsamah
  • Negeri semasa hidup : Baghdad
  • Wafat : 234 H
ULAMA KOMENTAR
Yahya bin Ma'in Tsiqah
An Nasa'i tsiqah ma`mun
Ibnu Wadldlah Tsiqah
Ibnu Hajar al 'Asqalani Tsiqah Tsabat
Abu Hatim Shaduuq
Ibnu Hibban disebutkan dalam 'ats tsiqaat
Adz Dzahabi Alhafidz
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar